BERITA TERBARU

TripToba-News – Pameran Tenun Nusantara menampilkan berbagai tenun tanah air termasuk ulos yang sudah berumur ratusan tahun. Festival tenun tersebut digelar di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung dan dilanjutkan di Muara.

Festival Tenun Nusantara merupakan program Indonesiana oleh Kementerian Pendidikan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai 17 Oktober 2018 di tiga lokasi, Tarutung, Muara dan Pulau Sibandang.

Rangkaian kegiatan diantaranya, Pameran Tenun Ulos (Tarutung, 13/10), Festival Permainan Tradisional dan Workshop Pengenalan Ulos pada Anak'(Tarutung, 14/10), Simphosium Nasional Tenun Nusantara (Tarutung, 15/10), Boot Camp Partonun (Pulau Sibandang, 15-16/10), Pesta Budaya Rakyat (Muara, 16-17/10), Fashion Show dan closing Ceremony (Tarutung dan Muara, 17/10).

“Festival Tenun ini merupakan momen untuk melestarikan budaya daerah terutama dalam peningkatan pendapatan para penenun. Seluruh komponen yang terkait harus memikirkan upaya bagaimana memadukan tenun ulos dengan minat masyarakat untuk ciptakan terobosan-terobosan baru agar tenun ulos menjadi primadona,” ucap Nikson Nababan didampingi Dandim 0210/TU Rico Siagian dan Kapolres Taput Horas M Silaen, Ketua Dekranasda Taput Satika boru Simamora, Ketua I WASTRA Indonesia Bimanto Suwastoyo dan Colektor Tenun/Ulos Vilidius Siburian saat membuka Festival Tenun Nusantara bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung. Sabtu (13/10).

Bupati menjelaskan, beberapa upaya dalam pengembangan Tenun Ulos seperti pemberian alat tenun dan pelatihan bahkan perlunya bapak angkat bagi para penenun termasuk memuji kinerja Dekranasda mampu mengangkat Tenun Ulos.

“Tenun ulos harus mampu bersaing hingga semakin dikenal dunia luar, ciptakan terobosan-terobosan baru agar tenun ulos menjadi primadona,” tambahnya.

Lanjut dia, promosi dimulai dari kita sendiri dengan cara memakai Tenun Ulos sebagai fashion sehingga menjadi ciri khas dan juga harus aktif memperkenalkan kepada generasi muda karena setiap Ulos mempunyai makna tersendiri.

“Semoga seluruh rangkaian festival berjalan sukses, sehingga Tenun Ulos semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya dilanjutkan dengan dengan pengguntingan pita oleh Ketua Dekranasda Satika Simamora.