BERITA TERBARU

Triptoba-News- Sejumlah problem yang terjadi di masa pemerintahan sebelumnya, ia tuntaskan. Program, aksi dan gebrakan baru yang menyentak rakyat Indonesia juga ia wujudkan.

Ini merupakan artikel penutup, lanjutan dari dua tulisan sebelumnya tentang aksi-aksi luar biasa Presiden Jokowi:

21. Membangun pabrik gula baru
Setelah membangun pabrik gula di Sumatera Selatan, Lampung, Dompu NTB, dan Jawa Timur, tahun ini pemerintah ganti membangun pabrik gula di Bombana, Sultra dengan kapasitas 12.000 ton cane per day (TCD). Ini merupakan pabrik gula terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun.

Pemerintahan Jokowi menargetkan pembangunan pabrik gula baru sebanyak 10 unit agar volume impor gula bisa menurun. Impor gula Indonesia, menurut Jokowi, hanya bisa diselesaikan atau dihentikan dengan membangun pabrik-pabrik gula baru.

22. Membangun bendungan baru
Pemerintahan Jokowi menargetkan pembangunan 65 bendungan dalam lima tahun. Bendungan tersebut terdiri dari 16 proyek lama dan 49 proyek baru.

Dengan dibangunnya 65 bendungan tersebut maka ketersediaan tampungan air di Indonesia akan meningkat menjadi 19,1 miliar meter kubik dari sebelumnya yang hanya 12,6 miliar meter kubik dari 230 bendungan yang sudah ada.

Penambahan volume air yang bisa ditampung juga akan memberi pengaruh terhadap luasan areal irigasi yang diairi. Saat ini dari 7,1 juta hektar sawah, 760.000 hektare sawah atau 10,5 persen berasal dari irigasi bendungan, sementara sisanya masih berasal dari air non bendungan.

Dengan selesainya 65 bendungan tersebut, luas sawah yang mendapat air dari bendungan bertambah 173.000 hektare atau secara total menjadi 933.000 hektare atau 13,5 persen yang bersumber dari air bendungan.

Dipasok sumber air dari bendungan, maka kebutuhan air pertanian diharapkan bisa terpenuhi sepanjang tahun.

23. Membangun bandara baru
Sepanjang 2015-2018, bandara-bandara anyar telah dibangun atau diperbarui oleh pemerintah. Bandara itu antara lain Bandara Ranai di Natuna, Bandara Matahora di Wakatobi, Bandara Bua di Luwu, Bandara Andi Jemma di Luwu Utara, Bandara Maratua di Berau, juga
Bandara Ahmad Yani di Semarang, Kertajati di Majalengka.

Menurut Jokowi, pertumbuhan dan perkembangan pembangunan Indonesia sangat cepat, sehingga airport baru, terminal-terminal baru akan terus dibangun.

24. Membangun jalan tol baru
Jalan tol baru di era Jokowi kian memanjang. Hal ini berdampak pada makin lancarnya arus transportasi dan pembangunan di Indonesia.

Jalan tol yang dioperasikan pada 2015 mencapai 132 km, meliputi:
• Porong-Gempol : 3,55 km
• Gempol-Pandaan : 12,05 km
• Cikampek-Palimanan: 116, 75 km.
Adapun jalan tol yang dioperasikan pada 2016 mencapai 44 km, meliputi:
• Surabaya-Mojokerto Seksi IV: 18,47 km
• Pejagan-Pemalang Seksi 1 & 2: 20,2 km
• Kertosono-Mojokerto Seksi 3: 5,02 km.
Sedangkan hingga Desember 2017, jalan tol yang dibuka mencapai 156 km, dengan rincian:
• Akses Tanjung Priok : 11,4 km
• Gempol-Pasuruan Seksi 1 : 15,7 km
• Kertosono-Mojokerto Seksi 2 : 19,9 km
• Semarang-Solo Seksi 3 : 17,6 km
• Palembang-Indralaya Seksi 1 : 7,8 km
• Medan-Binjai Seksi 2-3 : 10,6 km
• Medan-Tebing Tinggi Seksi 2-6: 41, 6 km
• Becakayu Seksi 1B-1C : 8,4 km
• Surabaya-Mojokerto Seksi IB, II, III : 15,47 km
• Soreang-Pasir Koja : 8,15 km.
Sementara jalan tol yang telah dioperasikan hingga Juni 2018 adalah 76 km, dengan rincian:
• Bakauheni – Terbanggi Besar : 14 km
• Ngawi Kertosono (Seksi Ngawi-Wilangan) : 51,95 km
• Bogor Ring Road Seksi 2B : 2 km
• Gempol- Pasuruan Seksi 2 : 8,1 km

25. Membangun megah pos lintas batas negara
Di masa kepemimpinan Presiden Jokowi wajah Pos Lintas Batas Negara, benar-benar berubah. Terdapat tujuh pos yang menjadi batas wilayah negara, kini terlihat lebih cantik sekaligus megah.

Tujuh PLBN Terpadu tahap pertama yang telah dibangun pada 2017 itu meliputi:
• PLBN Aruk, Kabupaten Sambas
• PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau
• PLBN Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu
• PLBN Motaain, Kabupaten Belu
• PLBN Motamasin, Kabupaten Malaka
• PLBN Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara; dan
• PLBN Skouw, Kota Jayapura.
PLBN yang telah selesai dan beroperasi pada 2017 tersebut juga dilengkapi dengan perangkat custom, imigration, quarantines, dan securities (CIQS).

Pada pembangunan tahap kedua, hingga akhir 2019 nanti, ditargetkan akan terbangun lagi 10 PLBN yaitu: PLBN Serasan, PLBN Jagoi Babang,
PLBN Sei Kelik, PLBN Long Midang, PLBN Long Nawang, PLBN Labang, PLBN Sei
Pancang, PLBN Oepoli, PLBN Napan, dan PLBN Sota.

26. Membangun jembatan
Di tahun 2018 ini, pemerintah menargetkan membangun 134 jembatan gantung di 20 provinsi. Pembangunan jembatan gantung dengan panjang antara 42-120 meter itu dilakukan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Ke-20 provinsi tersebut di antaranya di Aceh 3 unit, Sumatera Barat 6 unit, Sumatera Selatan 2 unit, Banten 30 unit, Jawa Tengah 9 unit, Jawa Timur 12 unit, Kalimantan Barat 4 unit, Sulawesi Tengah 2 unit, Sulawesi Selatan 8 unit. Lalu Nusa Tenggara Timur 4 unit, Riau 2 unit, Sumatera Utara 7 unit, Jambi 4 unit, Jawa Barat 23 unit, DIY 3 unit, Kalimantan Tengah 4 unit, Kalimantan Timur 1 unit, Sulawesi Tenggara 2 unit, Sulawesi Utara 4 unit, dan Papua 4 unit.

Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Jokowi, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan RI.

Jembatan-jembatan besar di berbagai daerah juga turut dibangun oleh Jokowi seperti di Papua, dll.

27. Menggelontorkan Dana Desa
Konsep membangun Indonesia dari pinggiran juga diterjemahkan Presiden Jokowi melalui program Dana Desa. Program ini mulai digelontorkan pemerintah sejak 2015 dengan total dana sebesar Rp 20,67 triliun. Pada 2016, jumlah itu meningkat menjadi Rp 46,98 triliun, lalu naik lagi menjadi Rp 60 triliun pada 2017 dan 2018.

Total jenderal, pemerintah sudah menggelontorkan Dana Desa Rp 187 triliun. Pada tahun 2018 ini terdapat 74.958 desa, dengan tiap-tiap desa mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 800,4 juta.

Menurut Jokowi, dana anggaran Rp 187 triliun yang diberikan ke desa-desa itu bertujuan agar pemerataan pembangunan tercipta di seluruh Tanah Air. “Sehingga ketimpangan antara kota dan desa, serta antara wilayah barat, tengah dan timur Indonesia bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan,” tegas Jokowi.

28. Membagikan gratis jutaan sertifikat tanah
Pemerintah menargetkan menerbitkan sertifikat tanah untuk rakyat dapat mencapai 25 juta sertifikat pada 2014-2019. Pada 2019 nanti, penerbitan sertifikat tanah ditargetkan mencapai 9 juta sertifikat.

Pemberian sertifikasi tanah bagi rakyat bertujuan agar masyarakat terhindar dari konflik kepemilikan lahan.

Selain itu, rakyat  juga memiliki kepastian hukum atas kepemilikan aset sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi produktif serta peningkatan kesejahteraan keluarga. “Langkah percepatan ini membuat penerbitan sertifikat dari yang tadinya hanya selesai 500 ribu atau 800 ribu bidang sertifikat per tahun, bisa ditingkatkan menjadi jutaan sertifikat setiap tahunnya,” kata Jokowi.

29. Prestasi Asian Games membanggakan
Di era Jokowi, prestasi Indonesia di ajang Asian Games ke-18 benar-benar membanggakan. Ini merupakan yang terbaik sepanjang keikutsertaan Indonesia. Kontigen Merah-Putih berada di posisi keempat dengan raihan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Secara keseluruhan 98 medali berhasil didapat.

Para atlet serta pelatih yang berprestasi di ajang ini juga mendapatkan bonus miliaran rupiah dari pemerintah.

30. Memberikan THR untuk pensiunan PNS, TNI, Polri
Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan di tahun 2018 untuk memberikan gaji ke-13 dan THR kepada pensiunan PNS, TNI dan Polri.

Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS). Dalam PP tersebut, juga diatur tentang pemberian THR kepada pensiunan tersebut. “PP ini menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk para pensiunan, penerima tunjangan seluruh PNS, prajurit TNI, dan anggota Polri,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Mei 2018 lalu. (selesai/MAD)