BERITA TERBARU

Medanbisnisdaily.com-Samosir. Bupati Samosir Rapidin Simbolon me-launching (peresmian) operasional perdana Damri gratis rute Pangururan (Samosir)-Bandara Silangit (Taput), di Terminal Onan Baru, Pangururan, Samosir, Minggu (1/10/2017).

Bupati Rapidin mengatakan, operasional perdana bus perintis angkutan umum dari terminal bus Onan Baru ke Bandara Silangit adalah upaya mendukung Nawacita pembangunan Presiden RI Joko Widodo, serta mewujudkan kawasan Danau Toba menjadi tujuan wisata internasional.

"Tanggal 28 Oktober 2017, Presiden RI Joko Widodo akan meresmikan Bandara Silangit sebagai bandara internasional, Maka untuk mendukung program pemerintah pusat, Pemkab Samosir juga harus mendukung dengan pengadaan moda transportasi umum Terminal Onana Baru, Pangururan-Bandara Silangit,” ujar Rapidin.

“Harapan kita, dengan dukungan dua unit bus perintis ini, para pengunjung yang datang ke Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir menggunakan Bandara Silangit tidak khawatir dengan ketiadaan pengangkutan umum seperti selama ini menjadi salah satu pemicu enggannya penumpang menggunakan Bandara Silangit,” lanjut Rapidin.

Dijelaskan Rapidin, operasional bus dalam, sehari. Trip I pukul 06.30 WIB dan trip II pukul 11.00 WIB. Sedangkan dari Silangit ke Samosir akan disesuaikan dengan kedatangan pesawat Sriwijaya Air. Untuk tiga bulan pertama, yaitu Oktober -Desember 2017 tidak dipungut biaya (gratis).

Angkutan ini khusus bagi penumpang pesawat apa saja yang keberangkatan dan tujuan Silangit. Keberangkatan angkutan moda transportasi dari Samosir berada di Terminal, Onan Baru dan di Bandara Silangit di areal parkir Bandara Silangit.

“Kami Pemkab Samosir meminta masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan bersama mewujudkan Kabupaten Samosir sebagai daerah pariwisata internasional,” harap Rapidin.

Fasilitas bus perintis gratis selama tiga bulan itu full AC, penumpang disediakan air mineral dan petugas bus tidak diperbolehkan meminta sesuatu dari penumpang

“Harapan kita para pengusaha angkutan darat di Samosir juga dapat mengikuti langkah Pemkab Samosir yang merintis rute ini, sehingga menumbuhkan pertumbuhan ekonomi dari sektor angkutan umum,” harap Rapidin.

Anggaran operasional bus perintis ini dialokasikan pada P-APBD Tahun 2017 senilai Rp 100 juta, yang diperuntukkan untuk membeli bahan bakar solar, gaji kru bus dan pemeliharaan ringan bus.

“Pemkab Samosir sedang menyusun naskah akademik pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk mengelola bus seperti perusahaan,” kata Rapidin.