BERITA TERBARU

Triptoba-News, Dunia - Lebih dari 1 juta warga yang tinggal di wilayah perairan pantai Virginia, North Carolina dan South Carolina, Amerika Serikat diperintahkan segera Dievakuasi ke tempat yang aman lantaran topan Florence segera menerjang tempat tinggal mereka.

Topan tropis yang berkecepatan mencapai 140 mph akan mencapai perairan pantai Carolina pada hari Rabu malam hingga Kamis pagi, seperti dikutip dari CNN.

"Tiupan angin topan sepertinya akan mulai dirasakan pada menjelang malam hari Kamis saat topan mulai mendekati daratan," kata Michael Guy dari CNN melaporkan.

Menurut Pusat Topan Nasional, topan Florence akan meningkatkan kecepatannya mendekati daratan hingga mencapai level 5 pada 24 hingga 36 jam mendatang dengan kecepatan angin mencapai 157 mph bahkan lebih.

Setelah itu kategori kecepatan angin topan Florence akan menurun. Topan Florence akan membawa hujan deras dengan banjir bandang seketika.

Sejumlah negara bagian telah menyatakan situasi darurat seperti Carolina, Virginia dan Maryland. Gubernur Maryland, Larry Hogan mengatakan, bencana banjir akan terjadi begitu topan Florenceh menghantam negara bagian itu.

"Kami berharap yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk," kata Hogan.

"North Caroline menyikapi secara serius topan Florence, dan anda juga harus. Bertindak hari ini dapat mencegah kerugian akibat Florence," kata Gubernur Roy Cooper yang memerintahkan evakuasi warganya pada Senin malam.

Di South Caroline, perintah evakuasi diberlakuakn sejak Selasa siang untuk 8 kota yang berada di sepanjang garis pantai 187 mil.

Gubernur South Carolina, Henry McMaster mengatakan, kantor pemerintahan, sekola dan rumah sakit akan ditutup di 26 kota. Sekitar 1 juta orang akan terkena dampak dari topan Florence.

Di Virginia, perintah evakuasi sebanyak 245 ribu warga di Hampton Roads dan Eastern Shore dimulai pada hari Selasa, 11 September 2018 jam 8 pagi waktu setempat.

"Semua orang di Virginia perlu bersiap. Ini topan serius dan akan berdampak ke seluruh negara bagian Virginia," kata Gubernur Ralph Northam.

Pasukan Pengawal Nasional saat ini dimobilisasi ke negara-negara bagian yang akan terkena dampak topan Florence. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah mengumumkan situasi darurat di North Carolina. Trump juga mengizinkan akses dana federal untuk mengatasi dampak dari topan Florence.