BERITA TERBARU

SUMUT masih jauh dari kemajuan Jaman dalam segala bidang.  Keberadaan dan kualitas pendidikan misalnya sudah sangat jauh tertinggal dibanding provinsi lain di Indonesia.  Selain sektor pendidikan, infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian seperti jalan raya menjadi indikator begitu tertinggalnya kawasan ini.

 

Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus resmi bertarung pada Pilgub Sumatera Utara. Sebagai pemimpin yang mempunyai segudang pengalaman serta prestasi, Djarot menjadi harapan besar bagi Rakyat Sumut untuk melihat Sumatera Utara yang lebih baik lagi.

 

 Djarot hadir dengan visi besar yaitu Mewujudkan Sumatera Utara sebagai provinsi memiliki tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan serta mewujudkan Sumatera Utara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Visi yang diusung oleh Djarot dan Sihar membawa perubahan bagi Sumatera Utara. Apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023 Djarot akan mewujudkan SUMUT (Semua Urusan MUdah dan Transparan). Dengan kata lain, reformasi birokrasi menjadi agenda utama bagi Djarot dan Sihar apabila mereka terpilih. Dengan pengalaman Djarot membawa reformasi birokrasi di Blitar, hal ini tentu akan sangat berguna apabila Djarot terpilih sebagai Gubsu.

 

Selain itu kehadiran Djarot di SUMUT membawa misi mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, transparan, efektif, demokratis, dan terpercaya serta melayani masyarakat.

Sesuai dengan visi Djarot yang menginginkan semua urusan di Sumatera Utara mudah dan transparan, maka dari itu Djarot akan berusaha untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, efektif, terpercaya, melayani masyarakat, dan terutama bebas korupsi. Julukan provinsi terkorup yang disematkan kepada Sumatera Utara adalah hal yang memalukan bagi kita. Oleh karena itu, saya yakin dengan rekam jejaknya yang bersih, Djarot akan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan profesional serta bebas korupsi dan melayani masyarakat persis seperti yang ia ciptakan selama tiga tahun bersama dengan Ahok di DKI Jakarta.  (Red)